Ketika Teroris Melancarkan Serangan Jelang Bulan Suci Ramadhan

LIPSUS.ID – Beberapa hari terakhir teroris aktif melancarkan serangan bom bunuh diri di sejumlah daerah di Indonesia. Tak pelak aksi mereka menyasar rumah ibadah hingga kantor kepolisian.

Warga dan para tokoh agama hingga Presiden Joko Widodo pun serempak mengecam dan mengutuk kebiadaban teroris yang telah menghilangkan nyawa “orang tidak berdosa” begitu saja.

Baca Juga: Derita Ribuan Orang di Negeri Emas Papua

Terkhusus untuk kalangan umat Muslim, sejumlah pemuka agama menyatakan tindakan teroris sama sekali tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. Bahwa Islam sependapat jika sesungguhnya seluruh agama tidak mengajarkan untuk membunuh dan melakukan pemberontakan.

Tentu saja tujuan teroris dipertanyakan berbagai pihak, bahkan kalangan umat Muslim sendiri. Apalagi ketika mereka yang disebut menganut ajaran menyimpang itu meyakini jika kematian mereka dalam serangan bom bunuh diri adalah keuntungan (mati syahit).

Baca Juga: Derita Ribuan Orang di Negeri Emas Papua

Adapaun sebelumnya, lima ledakan beruntun terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, yakni pada Minggu (13/5), bom bunuh diri di tiga gereja berbeda, yakni Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di wilayah Ngagel, kemudian GKI Wonokromo di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta di Jalan Raya Arjuno.

Kemudian, Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB bom meledak di Rusunawa Blok B lantai 5 Kelurahan Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo, serta pada Senin (14/5), bom meledak di pintu masuk Mapolrestabes Surabaya.

Total korban meninggal dunia dalam serangan teror bom yang terjadi dua hari terakhir berjumlah 25 orang, terdiri dari 13 pelaku (termasuk operasi pengejaran) dan 12 warga sipil. Di sisi lain, terdapat 55 korban luka-luka.

Teror belanjut pada Rabu (16/5), sekelompok teroris yang mengendarai mobil Avanza menyerang Mapolda Riau, Sumatra Barat, menggunakan pedang samurai. Seorang anggota polisi gugur setelah tertabrak dan empat terduga  teroris terpaksa ditembak mati.

Penulis: Jems

Editor: Sevianto

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *